Tampilkan postingan dengan label Diabetes. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Diabetes. Tampilkan semua postingan
Selasa, 04 Oktober 2011
Dewasa Masih Ngompol? Ini Sebabnya
Mungkin Anda lebih awam dengan istilah anyang-ayangan dan mengompol dibanding dengan istilah medisnya yaitu inkontinensia. Kerap kali hal ini dianggap remeh meskipun berpengaruh negatif pada kualitas kehidupan Anda. Lalu, bagaimana cara mengidentifikasikan dan mengobatinya?
Kondisi yang dalam dunia medis disebut inkontinensia urin ini merupakan pengeluaran urin di saat yang tidak diinginkan. Juga sulit dikendalikan, sehingga mengakibatkan masalah gangguan kesehatan atau sosial.
Meski tidak mengancam jiwa secara langsung, gangguan ini dapat menimbulkan beban psikologis, sosial, dan akan memengaruhi kesehatan ginjal. Pada dasarnya, urin diproduksi dari penyaringan darah oleh ginjal.
"Zat-zat yang berguna bagi tubuh akan disimpan, sedangkan yang tidak berguna akan dibuang sebagai urin," ujar Dr. dr. Nur Rasyid, SpU, Kepala Departemen Urologi RSCM-FKUI dalam media edukasi bertema "Lakukan Tindakan Tepat Untuk mengatasi Inkontinensia", diselenggarakan oleh Rumah Sakit Asri di Jakarta, 3 Oktober 2011.
Dari ginjal, urin akan tertampung dalam kandung kemih. Kandung kemih pun akan terus terisi oleh urin hingga akhirnya mencapai volume tertentu dan menekan keluar hingga menghasilkan rasa ingin buang air kecil.
Namun, pada orang yang yang menderita gangguan inkontinensia, mereka tidak mampu menahan keinginan untuk buang air kecil. Kerap kali mereka harus bolak-balik ke toilet hanya untuk buang air padahal kandung kemih tidak dalam keadaan penuh bahkan kosong.
Penderita bisa mengalami pipis berulang karena tidak pernah tuntas membuang air seni dalam kandung kemih. Bahkan, mereka tak bisa menahan keinginan buang air kecil,karena lemahnya otot dinding panggul untuk menahan keluarnya air seni. Kondisi ini disebut wet incontinence.
Penderita juga bisa selalu merasakan keinginan untuk buang air kecil. Walaupun, kandung kemih dalam keadaan kosong dan kondisi ini dikenal dengan dry incontinence. Menurut tipenya, ada enam jenis inkontinensia.
1. Stres incontinence : Urin secara tidak terkontrol keluar karena terjadi peningkatan tekanan di dalam perut sewaktu batuk, mengedan, tertawa, bersin, berlari.
2. Inkontinensia tipe urge : Urin keluar secara tidak terkontrol setelah didahului keinginan kuat untuk buang air kecil di siang dan malam hari. Hal ini disebabkan oleh kontraksi kandung kemih yang tak terkontrol.
3. Over flow inkontinensia : Kandung kemih terlalu penuh dan sebagian urin keluar secara tidak terkontrol karena otot-otot kandung kemih lemah. Biasanya disertai dengan kesulitan buang air kecil.
4. Inkontinensia campuran : Tipe ini merupakan campuran dari tipe stres dan urge.
5. Nocturnal Enuresis : Keluarnya urin tak terkendali selama tidur.
6. Incontinentia continua : Urin keluar secara terus menerus.
Faktor Penyebab
Ada banyak faktor penyebab inkontinensia. Seperti, proses penuaan, kekurangan hormon estrogen, kegemukan, persalinan normal dengan anak yang berukuran besar, sejarah operasi daerah panggul seperti pengangkatan rahim.
Termasuk juga kelainan syaraf, diabetes, pembengkakan prostat, riwayat konsumsi obat-obat yang mengganggu fungsi otot saluran kemih, trauma tulang belakang hingga operasi tulang belakang.
Gangguan inkontinensia dapat terjadi pada siapa saja, baik pria dan wanita di segala usia. Untuk mengetahui gangguan ini, dokter akan melakukan diagnosa melalui keluhan pasien, pemeriksaan fisik, diari berkemih, pemeriksaan uroflowmetri, dan urodinamik. Jika sudah diketahui jenisnya, pasien akan diminta untuk menjalani terapi obat, terapi perilaku, dan senam kegel.
"Jika selama 3 bulan, kondisinya tidak membaik, maka akan diadakan pembedahan pada saluran kemih," ujar Dr. herrina E. Rahardjo, SpU, PhD, Staff member of Division of Urology, Departement of Surgery, Fakulas Kedokteran UI.
sumber:
http://kosmo.vivanews.com/news/read/252284-dewasa-masih-ngompol--ini-sebabnya
Selasa, 13 September 2011
Manfaat Kacang Panjang
Kacang Panjang merupakan tumbuhan yang dijadikan sayur atau lalapan. Ia tumbuh dengan cara memanjat atau melilit. Bagian yang dijadikan sayur atau lalapan adalah buah pokok tersebut. Ia mudah didapati di kawasan panas di Asia.
Kacang Panjang sering kali muncul dalam menu masakan kita sehari-hari. Selain mudah didapat, kacang panjang juga dapat diolah menjadi beraneka macam masakan. Selain mudah dimasak, bisa ditumis atau dijadikan bagian dari masakan lain. Kacang panjang juga mempunyai berbagai manfaat yang baik untuk kesehatan tubuh.
Kacang panjang (vigna sinensis) mudah ditemukan di ladang, di kebun, pekarangan rumah, di sawah atau sebagai selingan tanaman palawija lainnya. Perawatan yang gampang, menjadikan tumbuhan yang satu ini mudah ditanam. Pada kacang panjang yang masih muda bila dimakan terasa renyah dan enak dilalap mentah.
Disamping enak untuk dihidangkan sayur kacang panjang mengandung serat yang tinggi. Karena itu, baik dikonsumsi oleh penderita diabet. Manfaat lainnya adalah melancarkan buang air besar dan menurunkan kadar kolesterol. Dalam 100 gram kacang panjang terkandung kalsiom 34 mg, fosfor 34 mg, zat besi 0,8 mg, karotenoid 422 mg, dan vitamun C21 mg.
Manfaatnya : mengandung betakaroten, klorofil, vitamin B1 dan B2, serat serta pektin. Sayuran ini berguna untuk mengendalikan kadar gula darah, mengatasi hipertensi, memperkecil resiko stroke dan serangan jantung, meningkatkan fungsi organ pencernaan, menurunkan risiko kanker dan membantu mengatasi sembelit. Juga memiliki sifat diuretic (peluruh kencing) tingkat sedang.
Di beberapa negara, kacang panjang digunakan untuk mengobati rematik, arthritis, dan gangguan saluran kemih. Sayuran ini berkhasiat untuk menjaga kulit dari gangguan jerawat, membantu pemulihan luka bakar, peluruh air seni, mengatasi diare, eksim, gangguan ginjal, gatal-gatal, dll.
Kandungan Gizi : Vitamin A, B1, B2 dan C, protein, tiamin, riboflavin, fosfor, zat besi, potassium folat, magnesium, mangan, kalori, sodium, karbohidrat, kalsium.
Sementara yang takut kanker payudara dan leukimia, ia ternyata menyimpan zat antikanker. Selain itu, ia juga antioksidan, antivirus, antibakteri, gangguan saluran kencing, dan meningkatkan fungsi limpa. Tentunya yang lebih penting lagi, dapat meningkatkan fungsi sel darah merah, menyembuhkan beri-beri, demam berdarah, mengatasi sakit pinggang, dan kurang darah.
Tidak hanya buah, yang bisa memberikan manfaat. Daun kacang panjang, ternyata juga memberikan banyak khasiat. Di mana untuk meluruhkan air seni, bisa diambil 50 gram daun segar kacang panjang. Bahan-bahan itu kemudian dicuci bersih.
Kemudian direbus dengan dua gelas air sekitar 30 menit. Setelah dingin, airnya disaring dan diminum dua kali sehari, pada pagi dan sore hari.
Menurut penelitian lainnya, kacang panjang juga oke untuk menghancurkan batu ginjal. Selain itu, juga bisa mencegah kelainan `antibodi, meningkatkan fungsi limpa, meningkatkan penyatuan DNA dan RNA, meningkatkan fungsi sel darah merah, beri-beri, demam berdarah, kurang darah, sakit pinggang, rematik, pembengkakan, meningkatkan nafsu makan, dan sukar buang air besar.
(Sumber Referensi : Vibizlife.com)
Kacang Panjang sering kali muncul dalam menu masakan kita sehari-hari. Selain mudah didapat, kacang panjang juga dapat diolah menjadi beraneka macam masakan. Selain mudah dimasak, bisa ditumis atau dijadikan bagian dari masakan lain. Kacang panjang juga mempunyai berbagai manfaat yang baik untuk kesehatan tubuh.
Kacang panjang (vigna sinensis) mudah ditemukan di ladang, di kebun, pekarangan rumah, di sawah atau sebagai selingan tanaman palawija lainnya. Perawatan yang gampang, menjadikan tumbuhan yang satu ini mudah ditanam. Pada kacang panjang yang masih muda bila dimakan terasa renyah dan enak dilalap mentah.
Disamping enak untuk dihidangkan sayur kacang panjang mengandung serat yang tinggi. Karena itu, baik dikonsumsi oleh penderita diabet. Manfaat lainnya adalah melancarkan buang air besar dan menurunkan kadar kolesterol. Dalam 100 gram kacang panjang terkandung kalsiom 34 mg, fosfor 34 mg, zat besi 0,8 mg, karotenoid 422 mg, dan vitamun C21 mg.
Manfaatnya : mengandung betakaroten, klorofil, vitamin B1 dan B2, serat serta pektin. Sayuran ini berguna untuk mengendalikan kadar gula darah, mengatasi hipertensi, memperkecil resiko stroke dan serangan jantung, meningkatkan fungsi organ pencernaan, menurunkan risiko kanker dan membantu mengatasi sembelit. Juga memiliki sifat diuretic (peluruh kencing) tingkat sedang.
Di beberapa negara, kacang panjang digunakan untuk mengobati rematik, arthritis, dan gangguan saluran kemih. Sayuran ini berkhasiat untuk menjaga kulit dari gangguan jerawat, membantu pemulihan luka bakar, peluruh air seni, mengatasi diare, eksim, gangguan ginjal, gatal-gatal, dll.
Kandungan Gizi : Vitamin A, B1, B2 dan C, protein, tiamin, riboflavin, fosfor, zat besi, potassium folat, magnesium, mangan, kalori, sodium, karbohidrat, kalsium.
Sementara yang takut kanker payudara dan leukimia, ia ternyata menyimpan zat antikanker. Selain itu, ia juga antioksidan, antivirus, antibakteri, gangguan saluran kencing, dan meningkatkan fungsi limpa. Tentunya yang lebih penting lagi, dapat meningkatkan fungsi sel darah merah, menyembuhkan beri-beri, demam berdarah, mengatasi sakit pinggang, dan kurang darah.
Tidak hanya buah, yang bisa memberikan manfaat. Daun kacang panjang, ternyata juga memberikan banyak khasiat. Di mana untuk meluruhkan air seni, bisa diambil 50 gram daun segar kacang panjang. Bahan-bahan itu kemudian dicuci bersih.
Kemudian direbus dengan dua gelas air sekitar 30 menit. Setelah dingin, airnya disaring dan diminum dua kali sehari, pada pagi dan sore hari.
Menurut penelitian lainnya, kacang panjang juga oke untuk menghancurkan batu ginjal. Selain itu, juga bisa mencegah kelainan `antibodi, meningkatkan fungsi limpa, meningkatkan penyatuan DNA dan RNA, meningkatkan fungsi sel darah merah, beri-beri, demam berdarah, kurang darah, sakit pinggang, rematik, pembengkakan, meningkatkan nafsu makan, dan sukar buang air besar.
(Sumber Referensi : Vibizlife.com)
Label:
Darahh,
Diabetes,
kesehatan,
Kolesterol,
manfaat tanaman
Langganan:
Postingan (Atom)
